Home

Quick Links

Search

 
Model Gayaberat Pegunungan Bobaris-Meratus, Kalimantan Selatan, dan Implikasi TektoniknyaNormal access

Authors: K.L. Gaol, H. Permana, A. Kadarusman, N.D. Hananto and D.D. Wardana dan Y. Sudrajat
Journal name: Geofisika
Issue: Vol 6, No 2, June 2005 pp. 2 - 9
Organisations: HAGI
Language: English
Info: Article, PDF ( 1.05Mb )
Price: € 35

Summary:
Survai gayaberat dilakukan di Daerah Pegunungan Bobaris-Meratus, Kalimantan Selatan dipelajari dengan pendekatan gejala anomali gayaberat. Secara umum gejala anomali dapat dibedakan dalam dua kelompok yaitu, pertama anomali menjurus berarah timurlaut – baratdaya yang berkisar antara +30 sampai +80 mGal yang merupakan tinggian anomali isostasi positip menempati sepanjang Pegunungan Bobaris-Meratus. Kedua, gejala anomali -10 sampai +20, ditafsirkan sebagai anomali isostasi rendah, menempati sebelah utara dan selatan pegunungan tersebut. Anomali sisa orde 1, 2, 3 dan 4 menunjukkan adanya perbedaan beberapa tubuh batuan volkanik yang dijumpai memotong struktur batuan peridotit yang diperkirakan sesar geser maupun sesar normal. Begitu juga hasil model dua dimensi yang dibuat kedalam tiga penampang utama, meliputi pertama penampang Karang Intan – Asemasem, kedua penampang Batibati – Jorong dan ketiga penampang Banjarmasin - Batakan. Secara umum model ini ditafsirkan adanya beda nilai kerapatan dari nilai rendah di dekat permukaan menuju nilai tinggi ke yang lebih dalam dengan variasi nilai kerapatan mulai dari 2,30 sampai 2,95 g/cm3. Kelompok batuan dengan kerapatan rendah 2,30 g/cm3 pada kedalaman antara 0 sampai 2,5 km dari permukaan, dijumpai batuan bervariasi, diperkirakan kelompok batuan belum terkompaksi di dekat permukaan maupun sudah terkompaksi . Kelompok batuan dengan kerapatan 2,78 g/cm3 dijumpai pada kedalaman mulai dari 0 sampai 3 km lebih, diperkirakan kelompok batuan metamorfik, produk volkanik dan magmatik. Batuan dasar dengan kerapatan 2,95 g/cm3 pada kedalaman lebih dari 4km, diperkirakan berupa batuan dari kelompok batuan mafik-ultramafik. Dari hasil pemodelan ini memberi gambaran pola stuktur geologi bawah permukaan di daerah Pegunungan Bobaris-Meratus cenderung terbentuk melalui struktur bunga (flower structure ) yang diduga proses pembentukannya erat kaitannya akibat proses tumbukan lempeng Eurasia dengan lempeng mikrokontinen Australia.


Back to the article list